tipis

Tuesday, February 21, 2017

luasnya ilmu islam

ini adalah tulisan pertama saya di blog semoga bisa berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi para pembaca khususnya yg ingin mengerti lebih banyak tentang islam dan terlebih khusus lagi bagi para pemula yg ingin lebih mengerti tentang ilmu fiqih.

berbicara tentang islam sungguh sangatlah luas, karena memang islam di jadikan oleh Allah SWT sebagai agama yg rahmat lil 'aalamiin, kata 'aalamiin menunjukkan luasnya cakupan islam karena kalimat ini menunjukkan arti alam semesta yg meliputi alam bawah dan atas, alam bawah itu sendiri meliputi manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, batu-batuan dll sedang alam atas meliputi malaikat, langit, 'arsy, kursi dll, jadi begitu luas cakupan islam ini tentunya sebagai agama yg rahmat lil 'aalamiin.

jika di tinjau dari segi bahasa arab kita akan temukan sesuatu yg tidak biasa didalam kalimat 'aalamiin karena dalam kaidah bahasa arab kata mufrad atau satuan lebih sempit maknanya dari kata jama' atau banyak/kumpulan misalnya kata kitaabun berarti sebuah buku dan jama'nya adalah kutubun yang artinya buku-buku yg berarti jumlah bukunya banyak minimal 3 buah.

lain halnya dengan kalimat 'aalamiin, kata ini merupakan kata jama' atau yg lebih spesifik lagi disebut dengan istilah jama' mudzakkar salim yg arti bahasanya adalah terbatas kepada malaikat jin dan manusia, jika kita ikuti kaidah umumnya dalam bahasa arab seharusnya ia memiliki makna yg lebih luas dari kata mufrad atau satuannya yaitu 'alam. tapi kata 'alam jika ditinjau dari bahasa arab maknanya adalah segala sesuatu selain Allah, itulah yg disebut dengan alam yg berarti kata ini lebih luas dari kata jama'nya karena segala sesuatu selain Allah meliputi malaikat, jin, manusia, batu-batuan, tumbuh-tumbuhan, air, udara, dan lain-lainnya, dan itu berlawanan dg kaidah umum dalam bahasa arab bahwa kata jama' mempunyai makna yg lebih luas dari kata mufradnya atau satuannya.

sebab itu ulama ushul fiqih mengatakan ما من عام الا وقد خصص "tidaklah sesuatu itu berlaku umum melainkan ada yg di kecualikan", begitulah berlaku juga untuk kata 'aalamiin ini, ia dikecualikan dari kaidah umum yg telah disebutkan diatas.

dari sebutan islam rahmat lil 'aalamiin sudah bisa diketahui bahwa ilmu islam begitu sangat amat luas dan salah satu sumbernya atau sumber utamanya adalah alqur'an lalu setelahnya adalah hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.

dari alqur'an inilah bermunculan ilmu yg beraneka ragam macamnya dan jenisnya, diantaranya adalah ilmu fiqih dan di dalam ilmu fiqih dikenal dengan sebutan mazhab. didalam islam ada mazhab yg dinamakan dg mazhab hanafi, mazhab maliki, mazhab syafi'i dan mazhab hambali.

sebenarnya masih banyak lagi mazhab selain mazhab emapat yg tersebutkan di atas tadi seperti mazhab sufyan tsauri, mashab daud azh-zhohiri, mazhab ibn 'uyainah dll, tapi sayangnya mazhab-mazhab ini tidak disempurnakan oleh murid-murid mereka dan tidak terjaga sehingga dg berlalunya waktu mazhab-mazhab inipun akhirnya punah dan hanya beberapa permasalahan yg tersisa yg dipastikan bahwa permasalahan itu di nisbahkan kepada mazhab tsb sedangkan kaidah-kaidah mazhabnya sudah hilang sama sekali.

tentu Allah mempunyai maksud tersendiri kenapa tidak semua mazhab yg ada terdahulu di lestarikan olehNya sampai saat kita ini dan sampai akhir zaman tapi hanya 4 mazhab yg dijaga Allah dari kepunahan.

dengan masih dijaganya keberadaan 4 mazhab sampai saat kita ini membuktikan bahwa kita memang hidup di dunia fana ini beragam bentuknya bahkan dalam urusan ibadah sekalipun. itu semua membuktikan kesempurnaan islam dimana islam menunjukkan keluwesannya terhadap penganut-penganutnya yg ditunjukkan didalam ajaran-ajarannya yg beragam macamnya sehingga mereka berbeda dan perbedaan mereka tidak melahirkan kebencian satu sama lain dan itulah satu dari sekian hikmahnya islam sebagai agama rahmat yg memberikan kasih sayang dan menjauh dari segala perpecahan yg membawa kepada kebencian dan perseturuan sesama.

dengan adanya banyak mazhab di dalam islam menunukkan luasnya ilmu yg di ajarkan didalam islam padahal sumbernya sama yaitu alqur'an dan hadits lalu ditambah dengan ijma' dan qiyas.

bayangkan luasnya ilmu islam ini pada satu ayat yang sama dapat menimbulkan beberapa mazhab yg memberikan keluasan ilmu. seperti pada firman Allah SWT yg satu ini ketika ulama akan menentukan berapa lamanya seorang wanita menjalani iddahnya setelah di cerai oleh suaminya sedangkan ia masih menjalani siklus haidh dan suci, Allah berfirman:

والمطلقات يتربصن بأنفسهن ثلاثة قروء

"wanita-wanita yg ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'" (QS. Albaqoroh: 228)

imam syafi'i menafsirkan kalimat quru' artinya suci sehingga seorang wanita ketika di cerai oleh suaminya yg masih menjalani siklus haidh harus menjalani masa iddahnya selama 3 kali suci sedangkan imam hanafi mentafsirkan kalimat quru' ini artinya haidh yg berarti wanita tsb harus menjalankan iddahnya selama 3 kali haidh dan tentunya kedua pendapat itu berbeda.

bukan hanya diseputar masalah ilmu yg berkaitan dg fiqih atau ilmu syariat islam lain tapi alqur'an juga mengulas ilmu yg berkaitan dg hal lainnya seperti astronami, kesehatan dan banyak lagi. sebagai contoh, seperti hal nya kita ketahui bahwa ketika seseorang naik ke arah atas semakin tinggi naik ke atas langit maka ia akan semakin sesak nafasnya sehingga membutuhkan bantuan oksigen tambahan sebab itu kita lihat para astronot membekali dirinya dg oksigen agar mereka dapat bernafas seperti biasa. didalam alqur'an Allah telah menyinggung hal ini, Ia berfirman:

ومن يرد أن يضله يجعل صدره ضيقا حرجا كأنما يصعد في السماء

"dan barang siapa yg di kehendaki Allah kesesatannya niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang naik ke langit" (QS. al-an'am : 125)

disebutkan Allah dalam ayat ini "dadanya sesak lagi sempit seolah-oleh ia sedang naik ke langit", menunjukkan begitu luasnya ilmu islam sehingga bahkan di zaman di mana belum ada alat yg dapat mengetahui keadaan oksigen di langit tapi alqur'an sudah menjelaskannya, inilah yg membuat sebagian ilmuwan-ilmuwan barat terkejut dari mana Nabi Muhammad mengetahui ilmu kalau bukan dari Tuhan yg menciptakan alam semesta sehingga sebagian mereka ada yg masuk islam ketika menyadari kebenaran alqur'an dan terbukti bahwa alqur'an adalah bukan buatan manusia.


begitulah alqur'an menunjukkan begitu luas ilmu yg dikandungnya sehingga ia membahas segala hal yg ada di dalam kehidupan ini, bukan hanya ilmu agama tapi juga ilmu dunia.


sekian dulu dan kita akan lanjutkan di artikel berikutnya.

penulis: khairullah ramli


4 comments:

  1. Alhamdulillah.. insha allah manfaat guruu.. sering ketinggalan fiqih nya saya.. :(

    ReplyDelete
  2. JazaakumuLLAAH ahsanal jazaa, admin MDL

    ReplyDelete
  3. sama-sama doakan kami agar istiqomah

    ReplyDelete

terima kasih sudah berkunjung dan membaca blog kami, kami sangat senang jika anda meninggalkan komentar.