tipis

Wednesday, April 25, 2018

Sunnah siwak, faedah dan berbagai hukumnya serta doanya



Sesuai dengan janji saya sebelumnya bahwa saya akan membahas secara khusus tentang siwak, maka inilah sedikit pembahasan seputar siwak yang bisa saya tulis disini.

Bersiwak dapat dilakukan dengan segala benda yg suci dan kasar baik itu kain atau kayu dan lainnya digunakan digigi dan sekitarnya untuk menghilangkan bau mulut. akan tetapi yang paling afdhol adalah menggunakan kayu arok yg biasa digunakan bersiwak, bisa kita beli dibanyak tempat, paling harganya kisaran Rp 15ribuan tapi pahalanya berlimpah dari Allah, alias modal kecil tapi keuntungan besar.

Hukum bersiwak

Hukum bersiwak sebagai berikut:
1. Sunnah: disetiap waktu
2. Wajib: jika dinazarkan, jika bergantung padanya untuk menghilangkan najis atau bau yg tidak sedap ketika akan menghadiri jumatan dan dipastikan itu akan menyakiti dan menganggu orang lain
3. Haram: jika ia bersiwak dengan siwak orang lain tanpa izinnya dan ia tahu pemiliknya tidak redho, tapi jika dengan izinnya atau ia tahu pasti bahwa pemiliknya redho maka hukumnya khilaful awla (kurang bagus) jika bukan diniatkan memgambil berkah tapi jika diniatkan demikian maka tidak menjadi khilaful awla.
4. Makruh: bagi yang sedang berpuasa dan digunakan setelah tergelincir matahari disiang hari menurut jumhur ulama, namun Imam Nawawi berpendapat bahwa tidak makruh bersiwak bagi yg berpuasa secara mutlak artinya kapan saja baik pagi ataupun siang setelah tergelincir matahari.

Ditekankan kesunnahan bersiwak di waktu-waktu berikut ini:
  • Ketika akan berwudhu
  • Ketika akan melaksanakan sholat
  • Ketika sakaratul maut
  • Diwaktu sahar yakni sebelum azan subuh
  • Ketika akan baca alqur’an, hadits dan ilmu syar’i
  • Ketika mulut menjadi bau
  • Ketika akan masuk rumah
  • Ketika akan tidur
  • Ketika bangun dari tidur

Faedah bersiwak

Manfaat bersiwak banyak sekali, sebagian ulama menyebutkan kurang lebih ada 72 manfaat dan yang terpentingnya adalah memudahkan mengucap 2 kalimat syahat ketika sakaratul maut.
Adapun manfaat lainnya sebagai berikut:
  • Membersihkan mulut
  • Mendatangkan redho Allah
  • Memutihkan gigi
  • Menguatkan gusi
  • Melambatkan tumbuhnya uban
  • Melipatk gandakan pahala amal
  • Memudahkan keluarnya ruh ketika wafat
  • Dll
Doa ketika bersiwak

Sebagian ulama mensunnah baca doa ketika akan bersiwak, doa yang dibaca adalah sebagai berikut:

اللهم بيض به اسناني وشد به لثاتي وثبت به لهاتي وبارك لي فيه يا اوحم الراحمين

Allahumma bayyidh bihii asnaanii wa syudda bihii latstsaatii wa tsabbit bihii lahaatii wabaarik liiy fiihi yaa arhamarroohimiin

(Ya Allah putihkanlah dengannya gigi-gigiku, dan kuatkanlah dengannya gusi-gusiku dan tetapkan dengannya langit-lngit mulutku wahai Zat yang Maha Penyayang dari sekian yang memiliki kasih sayang)

Dimakruhkan oleh ulama jika ukuran kayu siwak melebihi satu jengkal panjangnya karena diriwayatkan bahwa setan akan menunggangi hujung kayu yg lebih dari sejengkal.

sekian seputar siwak secara singkat, terima kasih.

Thursday, March 29, 2018

SUNNAH-SUNNAH WUDHU, melebihkan basuhan wajah, tangan dan kaki

Di hari kiamat nanti ketika semua makhluk telah dibangkitkan dari kubur-kubur mereka, setelahnya mereka akan dikumpulkan ditempat yang disebut dengan padang mahsyar.

Masing-masing umat akan kembali kepada Nabi dan Rasul mereka disaat itu. Kembali kepada para Nabi dan Rasul untuk mendapatkan syafaat dari mereka. Tidak juga ketinggalan Rasulullah dan umat beliau. 

Tapi bagaimana Rasulullah mengenal umatnya dari sekian makhluk yang begitu sangat banyak??

Apakah ada tanda di diri umat beliau yang membuat beliau mengenal mereka?
Jawabannya tentu ada..

Jika kita memiliki tanda itu maka beliau akan mengenal kita dan jika tidak maka tentu sebaliknya, beliau tidak akan mengenal kita dan dampaknya yang sangat mengerikan setelah itu adalah kita tidak berpeluang mendapat syafaatnya yang sangat di harapkan.

Seorang yang mukanya hitam legam disana, bagaimana Rasulullah akan mengenalnya..!??

Jangankan beliau jangan-jangan keluarganyapun tidak akan mengenalnya. Dari itu didalam doa wudhu kita diajarkan membaca doa ini:

اللهم بيض وجهي بنورك كما تبيض وجوه اولياءك

“Ya Allah putihkan wajahku dengan cahayaMu sebagaimana menjadi putih wajah-wajah para kekasihMu”

Dibaca ketika membasuh wajah.

Jika wajah seseorang putih bersih disana, masih ada tanda lainnya yang diperlukan agar dikenal Rasulullah dihari kiamat.

Apa tanda itu..??

Tanda itulah yang disebut dengan ghurroh dan tahjiil.
Apa itu maknanya...?
Jika diitinjau dari segi bahasa maka ghurroh berarti warna putih yang ada dikepala bagian depan seekor kuda dari seluruh tubuhnya yang berwarna hitam. Yakni ketika ada kuda berwarna hitam semua tubuhnya lalu hanya bagian depan kepalanya atau ubun-ubunnya berwarna putih maka warna putih itulah yang disebut dengan ghurroh dan jika warna putih itu berada di kaki-kakinya maka itulah yang disebut dengan tahjiil.

Didalam hadits shohih riwayat imam bukhori muslim disebutkan:

ان امتي يدعون يوم القيامة غرا محجلين من اثار الوضوء فمن استطاع منكم ان يطيل غرته فليفعل

“Sungguh umatku dipanggil dihari kiamat putih wajah dan kedua tangan dan kakinya dari bekas wudhu maka siapa yang mampu diantara kalian melebihkan basuhan ghurrohnya maka hendaklah ia lakukan”

Dan didalam hadits Muslim disebutkan:

انتم الغر المحجلون يوم القيامة بإسباغ الوضوء فمن استطاع منكم فليطل غرته وتحجيله

“Wajah, tangan dan kaki kalian akan putih dihari kiamat dengan sebab menyempurnakan wudhu maka siapa mampu diantara kalian maka hendaklah ia melebihkan basuhan wajah dan kedua tangan dan kakinya”

Dari kedua hadits tersebut disunnahkan kita melebihkan sedikit basuhan diwajah disemua sudutnya dan melebihkan sedikit basuhan dikedua tangan serta kedua kakinya. Dengan melebihkan sedikit basuhan dari basuhan yang diwajibkan maka didapat kesunnahannya.

Adapun jika ingin mendapatkan sunnah yg lebih sempurna maka dibasuh wajahnya serta bagian depan kepalanya dan kedua sisi lehernya. Dan untuk kedua tangan dan kaki dibasuh kedua tangannya sampai dengan seluruh kedua lengan atasnya dan dibasuh kedua kakinya dan seluruh kedua betisnya.

Menjadi penting sunnah ini untuk dilakukan disetiap wudhu karena ia akan menjadi tanda untuk Rasulullah SAW mengenal umatnya dihari kiamat. 

Dari itu ulama mengatakan seperti yang disebutkan oleh syekh asy syarbini alkhotib dalam kitabnya mughnil muhtaj syarhul minhaaj bahwa hal ini menjadi keistimewaan yang hanya dimiliki umat ini dan tidak dimiliki oleh umat selainnya.

Berkata imam Qostholani dalam kitabnya irsyadus saari syarah shohih bukhori bahwa tanda-tanda di wajah dan kedua tangan dan kaki tersebut ada sewaktu mereka berada di padang mahsyar sampai di telaga Rasulullah lalu hilang tanda itu ketika mereka masuk kedalam surga.

Tuesday, March 27, 2018

SUNNAH-SUNNAH WUDHU, membaca doa ketika mencuci atau membasuh anggota wudhu

Diantara yang diperdebatkan ulama syafi’iyyah adalah doa-doa yang dibaca ketika kita mencuci atau membasuh anggota wudhu yang wajib atau yang sunnah.

Kami masukkan doa-doa tersebut dalam artikel ini kedalam sunnah-sunnah wudhu karena menurut pendapat syekh asy syihab arromli dan putranya yaitu asy syams arromli atau yang lebih dikenal dengan Muhammad bin Ahmad Arromli adalah sunnah dan bahkan difatwakan oleh beliau yakni sang ayah, begitu juga pendapat syekh syarbini alkhotib yang mengatakan sunnah hukum doa-doa tersebut dibaca ketika berwudhu.

Adapun perkataan imam Nawawi Addimasyqi di beberapa kitabnya bahwa doa-doa tersebut لا اصل له (tidak ada dasarnya) maka ulama mengatakan maksudnya tidak ada dasarnya berupa hadits shohih atau hasan, adapun hadits yang bermartabat dhoif atau lemah maka telah diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan lainnya, dan hadist dhoif boleh diamalkan didalam fadhoil amal.

Terlebih lagi kita mendengar adanya hadits yang mengatakan bahwa “adalah Rasulullah SAW selalu berdoa disetiap keadaannya” tentu diantara yang paling pantas dibaca doa adalah ketika berwudhu.

Doa-doa tersebut yang disebutkan oleh imam Ghozali dalam kitab bidayatul hidayahnya adalah sebagai berikut:
  • Doa ketika mencuci kedua telapak tangan 
اللهم اني اسألك اليمنى والبركة واعوذ بك من الشؤم والهلكة
(Allahumma inniy as-alukal yumnaa wal barokah wa a’uudzubika minasy syu’mi wal halalah)
  • Doa ketika berkumur-kumur
اللهم اعني على تلاوة كتابك وكثرة الذكر لك وثبتني بالقول الثابت في الحياة الدنيا والاخرة
(Allahumma a’inniy ‘alaa tilaawati kitabik wa katsrotidz dzikri laka wa tsabbitniy bil qoulits tsaabit fil hayaatid dunyaa wal akhiroh)
  • Doa ketika memasukkan air kehidung
اللهم ارحني رائحة الجنة وانت عني راض
(Allahumma arihniy rooihatal jannah wa anta ‘anniy roodh)
  • Doa ketika mengeluarkan air dari hidung
اللهم اني اعوذ بك من روائح النار وسوء الدار
(Allahumma inniy a’uudzu bika min rowaaihin naar wa suuid daar)
  • Doa ketika mencuci wajah
اللهم بيض وجهي بنورك يوم تبيض وجوه اولياءك ولا تسود وجهي بظلماتك يوم تسود وجوه اعداءك
(Allahumma bayyidh wajhiy binuurik yauma tabyadhdhu wujuuh awliyaaik walaa tusawwid wajhiy yauma taswaddu wujuuh a’adaaik)
  • Doa ketika mencuci tangan kanan
اللهم اعطني كتابي بيميني وحاسبني حسابا يسيرا
(Allahumma’ thiniy kitaabiy biyamiiniy wa haasibniy hisaabay yasiiroo)
  • Doa ketika mencuci tangan kiri
اللهم اني اعوذ بك ان تعطيني كتابي بشمالي او من وراء ظهري
(Allahumma inniy i’uudzu bika an tu’thiyanii kitaabiy bisyimaaliy aw min warooi zhohriy)
  • Doa ketika membasuh kepala/rambut kepala
اللهم غشني برحمتك وانزل علي من بركاتك واظلني تحت ظل عرشك يوم لا ظل الا ظلك
(Allahumma ghosysyinii birohmatik wa anzil ‘alayya min barookaatik wa azhillanii tahta zholli ‘arsyik yauma laa zhilla illaa zhillik)
اللهم حرم شعري وبشري على المار
(Allahumma harrim sya’riy wa basyariy ‘alan naar)
  • Doa ketika membasuh kedua telinga
اللهم اجعلني من الذين يستمعون القول فيتبعون احسنه اللهم اسمعني منادي الجنة في الجنة مع الابرار
(Allahummaj ‘alniy minal ladziina yastami’uunal qoula fayat tabi’uuna ahsanah allahumma asmi’niy munaadiyal jannah fil jannah ma’al abroor)
  • Doa ketika membasuh leher
اللهم فك رقبتي من النار و اعوذ بك من السلاسل و الاغلال
(Allahumma fukka roqobatiy minan naar wa a’uudzu bika minas salaail wal aghlaal)
  • Doa ketika mencuci kaki kanan
اللهم ثبت قدمي على صراطك المستقيم مع اقدام عبادك الصالحين
(Allahumma tsabbit qodamayya ‘alaa shoroothikal mustaqiim ma’a ibaadikash shoolihiin)
  • Doa ketika mencuci kaki kiri
اللهم اني اعوذ بك ان تزل قدمي على الصراط من النار يوم تزل اقدام المنافقين والمشركين
(Allahumma inniy a’uudzu bika an tazilla qodamayya ‘alaash shorooti minan naar yauma tazillu aqdaamul munaafqiin wal musyrikiin)