tipis

Monday, November 12, 2018

SUNNAH-SUNNAH MANDI



Dikesempatan kali ini kita akan Membahas hal hal yang berkaitan dengan sunnah sunnah mandi.
Sunnah-sunnah mandi banyak sekali, dalam kitab Arrahimiyyah Disebutkan kurang lebih 28 sunnah bahkan sebagian ulama seperti al Imam Alfakihi Dalam kitabnya  syarah bidayatul hidayah menyebutkan lebih dari itu sebagaimana dikatakan oleh syekh Alkurdi.

Di sini kita akan menyebutkan beberapa diantaranya, dan beberapa nya juga tergolong banyak.
Mari kita perhatikan sunnah sunnah mandi berikut ini:
  1. Disunnahkan pipis terlebih dahulu sebelum mandi bagi seseorang yang mandi wajib karena mengeluarkan mani agar sisa dari mani yang ada di saluran kencing nya keluar semuanya.
  2. Menghadap kiblat, karena kiblat adalah arah yang paling mulia.
  3. Membaca Bismillah yang diiringi dengan mencuci kedua telapak tangan dan diringi juga dengan niat didalam hati yakni niat melaksanakan sunnah mandi, Ketiga hal ini dikerjakan secara bersamaan seperti halnya ketika berwudu.
  4. Sebelum membaca Bismillah Disunnahkan membaca Ta’awwuzd. Paling pendek Basmalah yang di baca afalah بسم الله Dan paling panjangnya adalah بسم الله الرحمن الرحيم. Untuk yang memiliki hadats junub hendaknya ketika ia membaca Basmalah diniatkan membaca Zikir agar terhindar dari dosa.
  5. Setelah cuci kedua tangan, membaca Basmalah dan berniat di dalam hati, Disunnahkan berkumur-kumur dan mencuci hidung, tidak mengerjakannya hukumnya makruh karena dimazhab kita mazhab syafii ada pendapat yang mewajibkannya sebagaimana disebutkan dalam kitab hasyiyah Alqolyubi, dan didalam kitab Albujairimi alal Khotib disebutkan bahwa Imam Ahmad mewajibkan berkumur-kumur dan mencuci hidung ketika mandi dan berwudhu, dan menurut imam Hanafi keduanya hukumnya wajib ketika mandi dan sunnah ketika berwudhu. Perlu diketahui bahwa membaca basmalah dan hal-hal setelahnya adalah sunnah tersendiri diluar sunnah-sunnah yg sama yang dilakukan ketika berwudhu
  6. Sunnah sebelum mandi terlebih dahulu menghilangkan kotoran suci dan kotoran najis, dg syarat tidak merubah sifat air dan tidak menghalangi air ke kulit dan najisnya adalah najis hukmi atau najis ‘ain yg sudah hilang benda najisnya dan sifat2nya dapat dihilangkan dengan sekali siram. Jika tidak terpenuhi syarat2 ini maka bukanlah sunnah hukumnya tapi bahkan wajib terlebih dulu menghilangkannya sebelum mandi.
  7. Sunnah berwudhu setelah membersihkan kotoran suci dan najis. Boleh juga dilakukan setelah mandi dan bahkan boleh dilakukan dipertengahan mandi tapi yang lebih afdhol adalah dilakukan sebelum mandi
  8. Makruh hukumnya meninggalkan wudhu ini untuk keluar menghindari perdebatan ulama yg mengatakan wajib hukumnya wudhu ini. Wudhu ini diniatkan sunnah seperti نويت الوضوء المسنون للغسل لله تعالى atau نويت الوضوء لسنة الغسل لله تعالى atau نويت الطهارة لسنة الغسل لله تعالى dan tidak cukup نويت السنة للغسل لله تعالى tanpa menyebutkan kalimat wudhu. Niat ini digunakan jika pada dirinya hanya ada hadats besar saja tanpa ada hadats kecil.
  9. Jika pada dirinya ada dua hadats yaitu kecil dan besar (umumnya demikian) dan wudhunya dilakukan sebelum mandi maka niat yg digunakan dalam wudhu tersebut sama dengan niat-niat wudhu lainnya seperti نويت رفع الحدث الاصغر tapi jika wudhunya dilakukan setelah mandi maka bisa digunakan niat-niat sunnah diatas. Tapi dalam kitab busyrol karim disebutkan boleh saja menggunakan niat نويت رفع الحدث الاصغر secara mutlak baik ada dua hadats atau hanya hadats besar saja, baik wudhunya dilakukan sebelum mandi atau sesudah mandi.
  10. Disunnahkan terus dalam keadaan suci dari hadats kecil sampai selesainya mandi bahkan jika batal wudhunya dipertengahan mandi disunnahkan berwudhu kembali menurut syekh ibnu hajar dan tidak demikian menurut syekh romli
  11. Sunnah setelah wudhu memperhatikan lipatan-lipatan yang ada dibadan seperti ketiak, lipatan perut, lipatan bokong, lubang pusar dll, dengan memastikan bahwa air mengenai tempat-tempat tersebut.
  12. Untuk bagian lubang telinga maka cara yang paling afdhol untuk memastikan air merata keseluruh bagian telinga yg wajib dibasuh adalah dengan mengambil air dengan telapak tangannya lalu memiringkan kepalanya dan meletakkan telinganya diatas air yg ada di telapak tangan tersebut sehingga air membasahi lipatan telinga dengan rata dan tidak membuat air masuk kedalam telinga sehingga membahayakan
Semoga bermanfaat...

Tuesday, October 23, 2018

RUKUN MANDI, meratakan air keseluruh badan




Setelah membahas seputar niat mandi di artikel yang lalu tibalah saatnya kita membahas rukun mandi yang kedua dan yang terakhir yaitu meratakan air ke seluruh badan.

Wajib meratakan air keseluruh bagian badan bahkan pada hal-hal berikut ini:
  • Kuku dan bagian yg ada dibawah kuku
  • Rambut, baik yang tebal atau yang tipis
  • 2 lubang telinga yang terlihat
  • Bagian kelamin wanita yg terlihat ketika ia duduk nangkrong
  • Bagian ujung kelamin laki-laki yang tertutup kuluf (kulit kelamin yg belum disunat) bagitu juga bagian bawah kulufnya
Tapi tidak diwajibkan meratakan air pada hal-hal berikut:
  • Bagian dalam mulut
  • Bagian dalam hidung
  • Mata
  • Buku yang tumbuh didalam hidung dan mata (bukan bulu mata)
Adapun bagian bawah kuku wajib dikenai air ketika mandi dan jika didapat adanya kotoran maka hukumnya telah disebutkan didalam artikel yg lalu baca disini.

Rambut dan bulu-bulu yang ada dibagian luar tubuh harus dibasahi semuanya dan diratakan dengan air walaupun tebal karena tidak didapat adanya kesulitan yang berarti karena mandi wajib ini tidak dilakukan sering kali, maka wajib menyela-nyela jenggot yg yebal begitu juga bewok yang tebal dengan jari-jari tangan ketika air tidak bisa sampai ke bagian dalam jenggot dan bewok kecuali dengan disela-sela dengan jari.

lain halnya dalam masalah wudhu, jenggot dan bewok yg tebal tidak harus dibasuh kecuali hanya bagian luarnya saja karena jika diwajibkan bagian dalam juga diratakan dengan air maka akan didapatkan adanya kesulitan karena wudhu dilakukan sering kali bahkan setiap hari bisa lima kali dikerjakan.

Hukum rambut yang dikepang
Rambut yang dikepang, jika air tidak dapat merata kebagian dalam rambut jika tidak dibuka kepangannya maka wajib membuka kepangan rambutnya agar air dapat merata keseluruh helai rambutnya.

Adapun rambut yang bergulung dengan sendirinya atau keriting dengan sendirinya tanpa dibuat-buat maka dimaaf jika air tidak merata kebagian dalam lipatan rambut yg menggulung tersebut.

Tapi jika rambut itu menggulung karena dibuat-buat oleh pemiliknya seperti yang banyak dilakukan oleh sebagian wanita disalon-salon maka bagian dalam rambut yang tidak terkena air tidak dimaaf secara mutlak baik rambut yg tidak terkena air itu sedikit ataupun banyak, dan ada pendapat yg mengatakan dimaaf hal itu jika bagian dalam rambut yang tidak terkena air hanya sedikit saja.

Lubang anting ditelinga
Termasuk bagian yang harus diratakan dengan air adalah lubang anting, maka harus diperhatikan bahwa lubang tersebut sudah terkena air ketika mandi wajib agar mandi wajibnya sah.
Begitu juga sama hukumnya jika yang dikubangi adalah bagian hidungnya

Hukum melubangi anak telinga dan hidung
Untuk wanita dibolehkan melubangi anak telinga untuk digantungkan perhiasan anting-anting adapun melubangi hidung untuk digantungkan hal yang sama maka hukumnya haram.

Begitupun haram dilakukan terhadap bayi laki-laki, adapun bayi perempuan dibolehkan melubangi anak telinganya.

Adapun laki-laki yang melubangi anak telinga dan hidungnya atau bagian wajah yang lainnya maka haram hukumnya karena menyerupai wanita dalam melubangi anak telinga.

Jika ditemukan ada sesuatu yang menghalangi air ditubuhnya setelah selesai mandi, seperti ditemukan kulit ikan atau cat atau lilin dsb dan diketahui betul bahwa hal-hal itu sudah ada sewaktu ia mandi maka cukup ia hilangkan dari tubuhnya dan membasuh kulit yang sebelumnya tertutup benda-benda tersebut dengan air setelah dihilangkan dan tidak wajib mengulang mandinya, karena tidak diwajibkan tertib (berurutan) ketika mandi wajib lain halnya ketika berwudhu.

Rukun mandi ketiga
Rukun ketiga yaitu menghilangkan najis yang ada dibadan terlebih dulu sebelum mandi.
Hal ini dimasukkan dalam rukun mandi menurut pendapat imam Rofi’i adapun menurut pendapat imam Nawawi maka tidak disyaratkan sebelum mandi menghilangkan najis terlebih dahulu.

Itupun jika najis yang ada dibadan dapat hilang dengan sekali siraman air, yaitu jika najisnya najis hukmiyyah atau najis ainiyyah tapi sudah tidak ada benda najisnya dan sifat-sifatnya baik warna, bau dan rasanya dapat hilang dengan sekali siram dan air yg disiramkan tidak berubah sifat-sifatnya. 

Adapun jika najisnya najis ainiyyah dan benda najisnya masih ada, atau sudah hilang benda najisnya tapi sifat-sifat najis tersebut tidak hilang dengan sekali siram atau bisa hilang tapi air yg digunakan untuk menyiramnya menjadi berubah salah satu sifatnya maka wajib ketika itu menghilangkan najis dahulu sebelum mandi dan imam Nawawi dan imam Rofi’i sepakat dalam hal ini.

Inilah rukun-rukun wudhu yg harus dupenuhi ketika mandi agar mandi wajib seseorang menjadi sah.




Wednesday, September 26, 2018

RUKUN MANDI




Setelah dibahas dalam tulisan sebelumnya hal-hal yg berkaitan dengan sebab-sebab yg mewajibkan mandi mari kita melanjutkan pembahasan seputar rukun mandi.

Rukun mandi ada 2 hal:
- pertama adalah niat mandi
- kedua adalah meratakan air keseluruh badan baik kulitnya juga rambut-rambut yg ada diseluruh badan.

Kita bahasa satu persatu dari kedua rukun tersebut.
- yg pertama yaitu niat mandi.
Sebagaimana niat wajib didalam sholat, didalam wudhu dan lain-lain maka niat didalam mandi wajib juga hukumnya.

Kecuali satu hal yaitu niat memandikan mayyit adalah sunnah hukumnya. Ulama fiqih dalam mazhab syafii mengatakan bahwa ketika memandikan mayyit disunnahkan berniat dan ketika mewudhukan mayyit diwajibkan berniat.

Maka mewudhukan mayyit hujumnya sunnah tapi niatnya wajib dan memandikan mayyit hukumnya wajib tapi niatnya sunnah.

Cara berniat ketika mandi
  • Niat mandi untuk wanita yg suci dari haidh:
نويت الغسل لرفع حدث الحيض لله تعالى
[ nawaitul gusla lirof’i hadatsil haidh lillahi ta’ala ]
“ saya niat mandi untuk mengangkat hadats haidh karena Allah”

  • Niat mandi untuk wanita yg suci dari nifas
نويت الغسل لرفع حدث النفاس لله تعالى
[ nawaitul gusla lirof’i hafatsin nifas lillahi ta’ala ]
“ saya niat mandi untuk mengangkat hadats nifas lillahi ta’ala”

  • Niat mandi untuk yg mempunyai hadats junub
نويت الغسل لرفع حدث الجنابة لله تعالى
[ nawaitul gusla lirof’i hafatsil janabah lillahi ta’ala ]
“saya niat mandi untuk mengangkat hadats junub karena Allah”

Tapi dibolehkan juga bagi wanita yg suci dari nifas menggunakan niat yg diperuntukkan untuk yg suci dari haidh dan sebaliknya walaupun disengaja, tapi syekh ibnu hajar mensyaratkan jika disengaja hal itu dilakukan dg tidak bermaksud makna syar’inya.

Artinya boleh saja bagi wanita yg suci dari haidh ketika berniat ia mengatakan
نويت الغسل لرفع حدث النفاس لله تعالى
Dengan syarat ia tidak bermaksud dg kata “nifas” diatas adalah nifas dg makna yg dimaksudkan menurut syar’i yaitu darah yg keluar setelah melahirkan tapi dimaksudkan arti bahasanya saja yaitu mengalir.

Begitupun sebaliknya, wanita yg suci dari nifas boleh saja ketika mandi menggunakan niat
نويت الغسل لرفع حدث الحيض لله تعالى
Tapi dengan syarat tidak ia maksudkan kata “haidh” makna syar’inya yaitu darah bulanan wanita yg keluar, tapi dimaknakan dg makna bahasanya saja yaitu mengalir.

Ketiga orang diatas (orang yg junub, yg suci dr haidh dan yg suci dr nifas) boleh saja menggunakan niat dibawah ini:

نويت الغسل لرفع الحدث الاكبر لله تعالى -
نويت الغسل لرفع الحدث لله تعالى -
نويت الطهارة الواجبة لله تعالى -
نويت الطهارة للصلاة لله تعالى -
نويت الغسل للطهارة الواجبة لله تعالى -
نويت اداء الغسل المفروض لله تعالى -
نويت فرض الغسل لله تعالى -

Untuk seorang yg siuman dari pingsan atau baru sadar dari gila maka ketika mandi diniatkan juga dengan salah satu niat diatas sebagai bentuk kehati-hatian atau ihtiyath karena gila biasanya menyebabkan keluarnya mani.

Berkata imam Syafi’i:
قل من جن الا وانزل
“Pada umumnya orang gila itu mengeluarkan mani”
Dan ulama menyamakan hukum seorang yg baru siuman dari pingsannya dengan yg baru sadar dari gilanya dalam hal niat ini.

Wajibkah niat ini diucapkan dengan lisan..?
Seperti halnya ketika akan sholat disunnahkan mengucapkan niat dg lisan begitu juga mengucapkan niat mandi dg lisan disunnahkan untuk membantu hati agar mudah mengatakannya ketika berniat.

Yg diwajibkan adalah berniat dg hati dan mengucapkannya dg lisan sebelumnya adalah sunnah.

Kapan niat mandi dimulai..?
Niat mulai dilakukan ketika mencuci bagian tubuh pertama kali, baik bagian tubuh atas atau tengah atau bawah.

Jika ia cuci salah satu bagian tubuhnya tanpa di iringi dg niat maka bagian yg dicuci tersebut harus diulang mencucinya.
Sebagai contoh jika seorang mengguyurkan air kebagian kepalanya pertama kali dan ia tidak berniat lalu baru ia iringi niat itu ketika mengguyurkan air ke badannya maka ia harus mengulangi mengguyur kepalanya karena niat belum terpasang ketika ia guyur kepalanya pertama kali.

Jika pada diri seseorang ada 2 hadats besar dan kecil
Jika ia mandi dan berniat mengangkat hadats besar maka terangkat pula hadats kecilnya walaupun tidak ia niatkan bahkan walaupun jika ia tidak mau mengangkat hadats kecilnya tetap saja hadats kecil itu terangkat.

Itulah pendapat terkuat (mu’tamad) dalam mazhab imam syafii dan disana ada pendapat lain yg lebih lemah yaitu tidak terangkat hadats kecilnya walaupun ia niatkan dan ada juga pendapat ketiga yaitu jika diniatkan juga maka hadats kecilnya terangkat dan jika tidak diniatkan tidak terangkat.

Jika seorang mandi sebagian badan lalu tidak dilanjutkan
Jika seseorang mandi wajib hanya sebagian tubuhnya saja yg dicuci lalu setelah itu ia hentikan dan tidur misalnya maka ketika ia lanjutkan mandinya diwaktu lain tidak harus ia berniat lagi karena sudah cukup dengan niat pertama.

Karena muwaalat atau melakukannya secara bersambung dari awal sampai akhir bukanlah syarat sahnya mandi tapi hanya disunnahkan yang terpenting adalah tidak membatalkan niat pertama artinya bermaksud dg mandi keduanya untuk kebersihan saja bukan untuk melanjutkan mandi wajib yg pertama.

Kita lanjutkan pembahasan Rukun mandi kedua ditulisan berikutnya.
Semoga bermanfaat.....