tipis

Saturday, September 15, 2018

HAL-HAL YG MEWAJIBKAN MANDI, kematian





Langsung aja ke poin pembahasannya karena pengalaman saya sewaktu baca artikel di internet jika penulisnya bertele-tele jadi malah males bacanya, g tau apa saya yg memang g gemar baca atau yg lainnya ngerasain begitu juga.

Hal yg mewajibkan mandi berikutnya adalah kematian/mati/wafat.
Kalau hal yg mewajibkan mandi lainnya yang wajib mandi adalah yang bersangkutan tapi dikali ini yang wajib melakukannya adalah orang lain, yaitu muslim (jika yg wafat itu laki-laki) atau muslimah (jika yang wafat itu wanita) yang sudah baligh dan berakal sehat yg mengetahui kematian mayyit ini.

Bukan hanya memandikannya tapi juga wajib mengkafankannya lalu mensholatkannya lalu menguburkannya.
Hanya saja jika yang mengetahuinya lebih dari 1 orang muslim/ah maka jika sebagiannya sudah melakukan hal-hal diatas maka yang lainpun sudah gugur kewajibannya. Inilah yang disebut dengan fardhu kifayah.

Ulama fiqih mengatakan jika si mayyit mampu mandi sendiri maka gugurlah kewajiban memandikannya atas orang lain.

Apakah itu pernah terjadi..???

Disebutkan dalam kitab i’anatut tolibin bahwa seorang wali Allah di negri Mesir yang bernama syekh Ahmad Albadawi rahimahullah ketika beliau sudah wafat tiba-tiba ia bangun dan mandi sendiri dan itu dimasukkan dalam bagian dari keramat beliau selaku seorang kekasih Allah.

Apa dalilnya bahwa mati itu menyebabkan wajibnya mandi?

Dalilnya diambil dari sabda Rasulullah shallallahu alalihi wa sallam yg diriwayatkan oleh imam Bukhori dan imam Muslim dalam kitab shohih mereka serta para ulama hadits lainnya ketika ada seorang yang sedang menjalankan ihram lalu wafat karena lehernya patah oleh sebab ontanya, Rasul bersabda:

اغسلوه بماء وسدر وكفنوه في ثوبيه ولا تخمروا رأسه فان الله يبعثه يوم القيامة ملبيا

“Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara dan kafankanlah dg kedua kainnya dan jangan kalian tutup kepalanya sungguh Allah akan membangkitkannya dalam keadaan bertalbiyah”

Didalam hadits rasul mengatakan اغسلوه yg artinya mandikanlah dan itu adalah bentuk perintah dan perintah berarti kewajiban maka wajiblah hukumnya memandikan mayyit.

Apa syarat mayyit yang wajib dimandikan..??

Ulama fiqih mensyaratkan beberapa syarat:
1. Beragama islam.
Mayyit non muslim tidak wajib dimandikan tapi jika dimandikan boleh-boleh saja.

2. Bukan syahid.
Jika mayyit itu wafat dalam keadaan syahid maka tidak boleh dimandikan alias haram dimandikan.
Syahid yang dimaksud adalah syahid ma’rokah yakni yg wafat dimedan perang ketika melawan kafir harbi.

Adapun syahid lainnya yaitu syahid akhirat masih tetap wajib di mandikan, karena syahid ada beberapa macamnya:
- syahid akhirat: yaitu yg dihukumkan wafat syahid dan akan menempati kedudukan syuhada diakhirat kelak.
Mereka itu diantaranya adalah yg wafat ketika melahirkan, yg wafat ketika menuntut ilmu, yg wafat karena reruntuhan, yg wafat karena tenggelam dll.
- syahid dunia: yaitu yg wafat dalam peperangan tapi tujuan dan niatnya berperang bukan karena untuk meninggikan agama Allah tapi karena tujuan duniawi seperti supaya disebut pemberani atau disebut sebagai pahlawan atau supaya mendapatkan harta rampasan perang dll
- syahid dunia dan akhirat: yaitu yang wafat dalam medan perang melawan kafir harbi dan niatnya ikhlas karena Allah dan membela agama Allah tidak ada sedikitpun niat duniawi.

Syahid yg pertama wajib dimandikan seperti mayyit lainnya yg bukan syahid dan syahid kedua dan ketiga tidak boleh dimandikan.

3. Bukan bayi yg wafat keguguran.
Bayi yg wafat keguguran yg disebut dg istilah “assiqtu” tidak wajib dimandikan. Tapi tidak semuanya demikian karena bayi yg wafat keguguran memiliki beberapa perincian hukumnya.

Terangkum hukum tersebut dalam 3 bait dibawah ini

السقط كالكبير في الوفاة               ان ظهرت امارة الحياة
او خفيت وخلقه قد ظهرا            فامنع صلاة وسواها اعتبرا
او خفي ايضا ففيه لم يجب     شيء فالكفن ثم الدفن قد ندب

[ bayi yg keguguran laksana orang dewasa hukumnya ketika wafat
Jika nampak tanda-tanda kehidupan 
Atau tidak terlihat tanda-tanda kehidupannya tapi bentuk fisiknya telah nampak
Maka ( ketika itu) cegahlah sholat dan selain sholat diperhitungkan
Atau tidak terlihat juga bentuk fisiknya
Maka tidaklah wajib sesuatupun tapi mengkafankan dan menguburkannya telah disunnahkan ]

Kesimpulannya sebagai berikut:
Jika bayi yg keguguran tersebut ketika keluar dr rahim ibunya ia masih hidup lalu mati maka wajib dimandikan, dikafankan, di sholatkan dan dikuburkan.

Jika bayi tersebut sudah wafat ketika dilahirkan tapi anggota badannya sudah terbentuk maka wajib dimandikan, dikafankan dan dikuburkan tapi tidak boleh di sholatkan

Jika bayi tersebut sudah wafat ketika dilahirkan dan anggota tubuhnya belum terbentuk, hanya berbentuk segumpal daging maka tidak diwajibkan apapun tapi sunnah di kafankan dan dikuburkan.

Perhatian:
Assiqtu/bayi yg keguguran yg dimaksud adalah yg terlahir sebelum berumur 6 bulan. Dan yg terlahir 6 bulan keatas bukanlah disebut assiqtu sehingga berlaku padanya semua hujum orang yg wafat pada umumnya.


Friday, August 17, 2018

HAL-HAL YG MEWAJIBKAN MANDI, keluarnya darah haidh.





Hal-hal yg mewajibkan mandi adalah hal yg wajib diketahui oleh seorang muslim yg sudah baligh dan berakal sehat.

Naah dalam kesempatan ini sy akan kembali melanjutkan menulis tentang hal yg mewajibkan mandi yg berikutnya. Kalau ada diantara para pembaca yg belum baca artikel sebelumnya yg berkaitan dg hal-hal yg mewajibkan mandi maka bisa klik disini.

Yang mewajibkan mandi berikutnya adalah haidh.
Apa itu haidh? Para ulama fiqih mendefinisikan haidh sebagai berikut:
دم جبلة يخرج من اقصى رحم المرأة على سبيل الصحة
( darah yang biasa keluar dari rahim terjauh seorang wanita dalam keadaan sehat )
Artinya darah ini adalah darah yg biasa keluar dari rahim seorang wanita dan keluarnya bukan karena penyakit tertentu tapi darah ini keluar dalam keadaan sehat serta keluarnya dari bagian rahim yang terdalam.

Dalam mazhab imam syafi’i, paling sedikit seorang wanita menjalani haid adalah selama 24 jam baik keluarnya darah selama itu secara terus menerus atau secara terputus-putus. 
Misalnya, keluar darah dari sejak pukul tujuh pagi sampai dengan pukul tujuh pagi di hari berikutnya lalu setelah itu darah pun berhenti, maka ini dikatakan darah keluar secara terus menerus tanpa henti selama 24 jam. Atau darah tidak keluar sepanjang hari selama 24 jam akan tetapi darahnya hanya keluar empat jam dalam sehari misalnya pukul tujuh pagi darah keluar dan dipukul 11 darah berhenti berhenti begitu seterusnya setiap hari selama enam hari maka total jumlah darah yang keluar adalah 24 jam walaupun terputus putus, ini pun disebut darah haid. 

Tapi disyaratkan -ketika darah yang keluar terputus putus- terkumpulnya jumlah 24 jam sebelum melewati batas 15 hari. Adapun tiga bilangan 24 jam didapat dengan melewati batas 15 hari maka darah itu bukanlah darah haid.
Misalnya, jika seorang wanita mengeluarkan darah 1 jam dalam sehari dan itu berlangsung terus selama 24 hari maka bila dijumlah di jumlah keseluruhannya akan dihasilkan bilangan 24 jam tapi ia telah melewati batas 15 hari maka darah yang berjumlah 24 jam itu bukanlah darah haid, artinya darah yang keluar 1 jam setiap harinya bukanlah itu darah haid.

Dan paling banyak seorang wanita mengeluarkan darah haid adalah 15 hari jika setelah 15 hari masih saja ia mengeluarkan darah maka darah itu bukanlah darah haid, baik darah yang keluar itu keluarnya terus menerus sepanjang hari atau terputus putus. Darah yang keluar melebihi 15 hari disebut dengan daerah Istihadhoh.

Untuk lebih detilnya pembahasan tentang hal ini akan dibahas insya Allah dalam artikel terpisah.

Diwajibkan mandi karena keluarnya darah haid berdasarkan Firman Allah SWT dalam surat Albaqoroh:222

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

 [ Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haid itu adalah kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. ]

Dalam firmanNya diatas Allah mengatakan حتى يطهرن فإذا تطهرن ( sampai mereka bersuci jika mereka telah bersuci ) artinya bersuci di sini adalah mandi.

Juga berdasarkan sabda rosul kepada seorang wanita yang bernama Fatimah binti Abi Hubaisy, sabdanya:

اذا اقبلت الحيضة فدعي الصلاة واذا ادبرت فاغتسلي وصلي

“jika datang haidh tersebut maka tinggalkanlah sholat dan jika haid itu telah pergi (datang suci) maka mandilah dan sholatlah”


Saturday, July 28, 2018

HAL-HAL YG MEWAJIBKAN MANDI, masuknya hasyafah kedalam kemaluan



Setelah di artikel sebelumnya kita bahas masalah hal yg mewajibkan mandi yg pertama yaitu keluarnya mani, saatnya sekarang kita melanjutkan dengan membahas hal kedua yg mewajibkan mandi, yaitu MASUKNYA HASYAFAH KEDALAM KEMALUAN.

Kepala kelamin yang juga disebut dalam ilmu fiqih dengan istilah hasyafah, jika masuk seluruhnya kedalam sebuah kemaluan maka hal itu mewajibkan mandi, baik mengeluarkan mani ataukah tidak.

Dan yang wajib mandi dalam hal ini adalah orang yg memasukkan kepala kelaminnya kedalam kemaluan lainnya dan juga wajib mandi atas orang yg dimasukkan kemaluannya itu. 

Jadi keduanya wajib mandi dan bukan hanya salah satunya saja.

Tapi ulama mengecualikan beberapa sosok yg tidak wajib mandi padahal ada kepala kelamin yg masuk kedalam kemaluannya, sosok itu adalah:
  1. Hewan, jika ada seseorang memasukkan kepala kelaminnya kedalam kemaluan binatang -na’uzubillah min dzalik- maka binatang itu tidak wajib dimandikan.
  2. Mayat, bila seseorang sudah wafat alias sudah menjadi mayat dan sudah dimandikan lalu ada seseorang memperkosanya maka mayat itu tidak wajib dimandikan lagi. 
Tapi jika seseorang dimasukkan kedalam kemaluannya baik kemaluan depan atau belakang oleh kepala kelamin lain baik kepala kelamin manusia atau binatang bahkan jika itu kepala kelamin mayat, maka yang bersangkutan wajib mandi.

Lebih jelasnya adalah sebagai berikut:
  • jika ada orang disodomi baik laki-laki atau wanita maka yg disodomi wajib mandi sebagaimana pelaku sodomi juga wajib mandi
  • Jika seseorang memasukkan kelamin binatang kedalam kelaminnya baik kelamin depan atau belakang maka ia wajib mandi.
  • Jika ada seseorang memasukkan kelamin mayat kedalam kelaminnya baik kelamin depan atau belakang maka ia wajib mandi
Bagaimana jika menggunakan kondom?
Jawabannya jelas yaitu wajib mandi ketika seseorang memasukkan kepala kelaminnya kedalam kemaluan lain walaupun ia menggunakan kondom.

Bagaimana jika sebagian kelaminnya terputus?
kelamin yg terputus sebagiannya, jika telah masuk kedalam kelamin lain dan ukurannya yg masuk itu seukuran kepala kelamin normal lain maka ia wajib mandi tapi jika yg masuk hanya sedikit dan tdk sampai ukuran kepala kelamin maka tidak wajib mandi.