tipis

Tuesday, January 16, 2018

SUNNAH-SUNNAH WUDHU, mencuci kedua telapak tangan

Setelah pembahasan sunnah wudhu pertama diartikel yg lalu, mari kita bahas sunnah wudhu berikutnya yaitu mencuci kedua telapak tangan.

Batas mencuci kedua telapak tangan yg disunnahkan adalah mencuci keduanya sampai dengan pergelangan tangan.

Ketika mencuci kedua telapak tangan disunnahkan juga berniat dan membaca bismillah, jadi ada tiga hal sunnah yang dilakukan bersamaan, pertama mencuci kedua telapak tangan, kedua berniat melakukan sunnah wudhu dan niatnya dilakukan didalam hati, ketiga membaca bismillah.

Sehingga dalam satu waktu kita telah menyatukan antara amalan lisan, amalan anggota badan dan amalan hati. Amalan lisan yaitu dengan melafalkan bismillah, amalan anggota badan yaitu dengan mencuci kedua telapak tangan dan amalan hati yaitu dengan berniat sunnah wudhu.

Sebagaimana kita ketahui bahwa niat itu wajibnya dengan hati dan sunnah dilafalkan dengan lisan. Muncul pertanyaan disini, bagaimana kita melafalkan niat dg lisan sedangkan lisan sibuk dengan bacaan bismillah. Dalam hal ini didapat 2 pendapat ulama:
* Pertama, pendapatnya syekh Romli dan Alkhotib Asy-syarbini yaitu melafalkan niatnya ketika sudah selesai melafalkan bismillah.
* Kedua, melafalkan niatnya sebelum melafalkan bismillah sebagaimana ketika akan bertakbirotul ihram ketika akan sholat ia lafalkan niat sholatnya sebelum takbiratul ihram ‏ kemudian ia baca Bismillah dibarengi dengan niat didalam hati seperti halnya ketika ia Akan sholat ia iringi takbiratul ihrom dengan niat Sholat didalam hati.

Mencuci kedua telapak tangan, jika air dibejana sedikit dimasukkan keduanya kedalam air atau disiram dg air?

keduanya boleh dilakukan, hanya ada hal-hal yg perlu diperhatikan ketika memasukkan keduanya kedalam air:
- mencuci kedua telapak tangannya 3x sebelum ia memasukkan keduanya kedalam air yg sedikit jika ia ragu akan kesucian keduanya atau tidak yakin alias hanya menyangka kesuaciannya.
- makruh memasukkan kedua telapak tangannya dalam keadaan diatas yaitu ketika ragu atau tidak yakin keduanya suci
- jika ia yakin keduanya mutanajjis maka wajib mencuci keduanya terlebih dulu
- haram hukumnya memasukkan keduanya jika ia yakin keduanya mutanajjis
- jika ia yakin keduanya suci maka tidak sunnah mencuci keduanya sebelum memasukkan keduanya kedalam air sedikit.

Dasar hukum diatas adalah sebuah hadits riwayat imam Bukhori dan Muslim dalam shohih keduanya dari sayyidina Abu Hurairah RA bahwa Nbai SAW bersabda:

اذا استيقظ احدكم من نومه فلا يغمس يده في الاناء حتى يغسلها ثلاثا فانه لا يدري اين باتت يده منه

“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka janganlah ia masukkan tangannya kedalam bejana sampai ia mencucinya 3x sungguh ia tidak tahu dimana tangannya bermalam”

Sebab hadits ini seperti yg disebutkan oleh imam Syafii bahwa penduduk Hijaz dulu beristinja dg batu dan ketika negri mereka negri yg panas maka ketika mereka tidur mereka berkeringat dan ketika mereka berkeringat tangan mereka tidak dapat dipastikan tidak bergerak ke tempat yg terdapat najis sehingga tangan mereka terkena najis.