Tuesday, March 20, 2018

SUNNAH-SUNNAH WUDHU, bersiwak

Ia hanyalah sebuah batang kayu yang diambil dari pohon yang dinamakan pohon ‘arok, tapi ketika ia digunakan oleh Rasulullah SAW maka derajatnya naik dan para sholihin banyak menggunakannya disetiap zaman, tidaklah dijumpai orang sholih melainkan dikantung baju mereka atau bahkan diselipan telinga mereka didapatkan kayu ‘arok ini.

Bahkan para sahabat pernah mendapatkan kemenangan dalam peperangan melawan para kuffar sebab perantara kayu siwak ini.
Dimana mata-mata mereka lari ketakukan dan segera mengabarkan kepada pasukannya bahwa barisan sahabat Nabi sudah menjadi buas dan siap untuk melumat mereka hidup-hidup hanya karena mata-mata mereka melihat para sahabat menggunakan siwak yg digosokkan digigi mereka ketika para sahabat berpandangan bahwa karena siwak tidak didapatkan disebagian mereka maka kemenangan dari Allah teetunda sehingga mereka bergegas mencari siwak dan menggunakannya lalu disaat itulah mata-mata pihak kuffar musyrikin melihat mereka menggosok-gosokkan gigi mereka dengan kayu siwak ini yg disangka oleh para kuffar musyrikin bahwa para sahabat Nabi sedang menajamkan gigi-gigi mereka.

Sewaktu wudhu bersiwak merupakan satu hal yang disunnahkan dan ulama berbeda pendapat kapan bersiwak ini dilakukan dalam wudhu.

Menurut syekh Muhammad Arromli waktu bersiwak adalah sebelum mencuci kedua telapak tangan sedangkan menurut syekh Ibnu Hajar sebelum berkumur setelah mencuci kedua telapak tangan.

Dampak dari kedua pandangan yg berbeda ini yaitu menurut syekh romli perlunya berniat ketika bersiwak sebelum mencuci kedua telapak tangan karena bersiwak dipandang sunnah yang ada diluar wudhu.

Sedangkan Syekh Ibnu Hajar mengatakan tidak lerlu niat karena sudah cukup dengan niat sunnah wudhu yg diniatkan ketika mencuci kedua telapak tangan.

Walaupun lebih afdhol ketika bersiwak menggunakan kayu ‘arok tapi sudah mendapatkan kesunnahannya ketika seseorang bersiwak dengan ujung lengan bajunya misalnya, atau dengan sapu tangannya atau lainnya.

Cara bersiwak
Ulama menyebutkan bahwa bersiwak dapat dilakukan dengan berbagai macam cara tapi cara yang paling afdhol adalah sebagai berikut:
Dimulai dari bagian kanan mulut atas lalu kebawah menuju tengah mulut kemudian kebagian kiri atas mulut lalu kebawah menuju tengah mulut membentuk seperti angka delapan lalu diakhiri dengan menggosokkan siwaknya dengan lembut kelidahnya dan langit-langit mulutnya.

Cara memegang siwak
Disunnahkan memegang kayu siwak dengan cara berikut:
Dipegang dengan tangan kanan, jari kelingking diletakkan dibawah ujung kayu siwak dan jari manis tengah dan telunjuknya diatasnya sedangkan jempolnya dibawah kayu siwak bagian depan.
Tidak dianjurkan memegang siwak dengan cara menggenggamnya.

Untuk pembahasan lebih lengkap seputar siwak akan kami tulis secara khusus dimasa datang insya Allah.

No comments:

Post a Comment

terima kasih sudah berkunjung dan membaca blog kami, kami sangat senang jika anda meninggalkan komentar.